Studi Kasus
Sistem Otomatisasi Layanan Digital Berbasis Telegram dan WhatsApp
Sistem otomatisasi penjualan dan pengelolaan layanan digital melalui Telegram dan WhatsApp. Sistem mendukung pemesanan produk, pembayaran, pengelolaan pengguna, notifikasi transaksi, pembuatan dan perpanjangan layanan, pencatatan transaksi, serta panel administrasi.

Permasalahan yang diselesaikan
Proses pemesanan, pemeriksaan pembayaran, aktivasi layanan, dan pencatatan transaksi yang dilakukan terpisah membutuhkan banyak langkah manual. Proyek ini menyatukan alur tersebut agar operasional dapat dikelola dari satu rangkaian proses yang jelas.
Fitur utama
- Pemesanan produk digital
- Pembayaran saldo dan QRIS
- Pengelolaan transaksi
- Pembuatan dan perpanjangan layanan
- Notifikasi otomatis
- Pengelolaan pengguna
- Panel admin
- Log transaksi
Arsitektur sederhana
Alur berikut menggambarkan komponen utama secara konseptual, bukan dokumentasi infrastruktur produksi.
Screenshot
Gambar saat ini adalah placeholder lokal. Ganti dengan screenshot asli melalui file data proyek.

Tantangan pengembangan
- Menjaga konsistensi status transaksi saat alur melibatkan beberapa layanan eksternal.
- Menyusun notifikasi dan penanganan kegagalan agar pengguna menerima informasi yang tepat.
- Memisahkan logika kanal percakapan dari logika bisnis supaya sistem lebih mudah dirawat.
Hasil proyek
Proyek menghasilkan alur layanan digital yang lebih terstruktur, dari pemesanan hingga notifikasi hasil. Data pencapaian kuantitatif belum dicantumkan dan dapat ditambahkan setelah tersedia.